Digital Marketer Atau Business Owner: Mana Yang Lebih Baik?

Pilih Mana Digital Marketer Atau Business Owner

“Mas, lebih bagus jadi Digital Marketer Atau Business Owner?”

Saya lumayan sering dapat pertanyaan seperti di atas. Mungkin Anda pun ada yang pernah ditanyai tentang hal tersebut.

Intinya yang bertanya masih bingung menentukan mana yang lebih baik antara business owner dan digital marketer.

Bisa jadi juga yang bersangkutan memang belum paham perbedaan diantara keduanya.

Menurut Saya, kedua profesi di atas sama – sama baik.

Kalaupun ada “oknum” yang terkesan mendiskreditkan salah satu profesi, abaikan aja.

Sepanjang profesi yang ditekuni itu halal dan tidak bertentangan dengan hukum di Indonesia, serta bisa menghidupi keluarga dan orang sekitar, ya hajar aja.

Tapi supaya lebih jelas dan mantap, yuk kita “kupas” sedikit tentang kedua profesi di atas.

Digital Marketer

Simplenya, digital marketer adalah profesi dimana seseorang melakukan aktivitas pemasaran secara digital.

Dulunya istilah ini disebut sebagai internet marketer. Tapi sekarang rasanya lebih sering menggunakan istilah digital marketer.

Seorang digital marketer handal pastinya mampu mendatangkan traffic dari berbagai channel, dan meng – konversinya menjadi leads atau calon pembeli.

Mulai dari SEO, email marketing, google ads, facebook ads, dan berbagai skill lainnya untuk mendatangkan leads.

Biasanya, seorang digital marketer sering bergonta – ganti produk.

Kalau bulan ini mereka mempromosikan produk A, bisa jadi 3 bulan berikutnya sudah mempromosikan produk B. Begitu seterusnya.

Business Owner

Business owner adalah profesi dimana seseorang memiliki suatu bisnis, dan fokus mengelolanya hingga berkembang.

Salah satu cara untuk mengembangkan bisnisnya adalah dengan meng – hire para digital marketer. Baik itu individu maupun vendor.

Closing Statement

Ada digital marketer yang awalnya mempromosikan berbagai macam produk, kemudian merasa nyaman dengan produk tertentu.

Dari sini dia pun memutuskan untuk fokus membesarkan produk tersebut. Jadilah dia seorang business owner.

Namun ada juga digital marketer yang dari dulu hingga sekarang tetap nyaman mempromosikan berbagai macam produk.

Dan itu sah – sah saja karena memang terbukti sukses. Contohnya Neil Patel.

Namun bagi orang – orang yang “berpikiran sempit,” profesi business owner dianggap berada di atas digital marketer.

Business owner dianggap atasan, dan digital marketer adalah bawahannya.

Pemikiran ini juga yang mungkin memotivasi banyak digital marketer, untuk segera berpindah haluan menjadi business owner.

Padahal, business owner dan digital marketer adalah partner yang saling membutuhkan.

Kalau Anda seorang digital marketer dan ada yang bertanya: “Bisnismu apa? Nggak capek mempromosikan bisnis orang lain terus?”

Jawab gini:

“Alhamdulillah. Ya ini (Digital marketing) bisnis Saya. Mempromosikan bisnis orang lain agar terus berkembang.”

Kalau Anda seorang business owner, dan ada yang bertanya: ”Bisnismu lancar? Nggak capek ngurusin hidup orang (Karywan) lain terus?”

Jawab gini:

“Alhamdulillah lancar dan nggak capek. Boleh didoakan supaya semakin lancar ya jika berkenan.”

Intinya, jangan terlalu dengarkan apa kata orang.

Jadilah apapun yang Anda inginkan, sepanjang hal tersebut halal, legal, dan mampu menghidupi keluarga serta bermanfaat bagi orang sekitar.

Reza Aditya

Internet marketer. Founder of Folder SEO.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *